Selamat Datang Di Website Dusun Pelayang Kecamatan Bathin II Pelayang Kabupaten Bungo

 

Sejarah Desa

Administrator 26 Agustus 2016 15:38:09

Dusun Pelayang adalah nama salah satu dusun yang ada di Kecamatan Pelayang Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Asal usul dusun Pelayang dan dusun Peninjau dimulai dari empat belas orang yaitu sebagai berikut :

  • Enam orang nan dari Minangkabau Pagaruyung Sumatera Barat yaitu :
    1. Puti Bensu                               >>>     anak rajo Minangkabau Pagaruyung
    2. Sultan Baginda Sati                >>>     anak rajo Minangkabau Pagaruyung
    3. Peninka Bayang                      >>>     hulubalang Rajo Minangkabau
    4. Acik Nan Lipek                      >>>     istri Peninka Bayang
    5. Peninka Kembang                   >>>     hulubalang Rajo Minangkabau
    6. Acik Nan Suto Dilayang         >>>     istri Peninka Kembang
  • Lima orang dari Mataram Tanah Jawa yaitu :
    1. Norman Malik                         >>>     anak Raja Mataram
    2. Panglimo Bajo                         >>>     hulubalang Raja Mataram
    3. Santi Yani                               >>>     istri Panglimo Bajo
    4. Panglimo Singo                       >>>     hulubalang
    5. Sunna Yati                              >>>     istri Panglimo Singo
  • Dua orang dari Palembang yaitu :
    1. Mayang Sari                            >>>     anak saudagar Palembang
    2. Anang Gati                             >>>     adik kandung Mayang Sari
  • Satu orang dari Jambi yaitu :
    1. Ayunani                                  >>>     anak ulama Jambi

Maka semuanya berjumlah empat belas orang, tujuh laki-laki dan tujuh perempuan. Tujuh pasangan inilah asal usul Bathin yang tujuh yaitu :

  • Lima bathin yaitu dari Lubuk Mengkuang hingga sampai kerantau tipu
  • Dua bathin yaitu Pelayang dan Peninjau

Pada zaman dahulu kala anak raja Mataram yang bernama Norman Malik pada suatu malam ia bermimpi berpacaran dengan Puti Bensu yang merupakan anak raja Minangkabau Pagaruyung. Sedangkan pada malam yang sama dan jam yang sama pula, Puti Bensu juga bermimpi berpacaran dengan Norman Malik anak Raja Mataram. Semenjak itu mereka berdua terus menerus bermimpi empat kali atau lima kali dalam satu bulan setiap malam senin. Hingga sampai setahun enam bulan lamanya hingga sudah jelas bentuk, rupa dan suaranya hingga tiada ragu lagi keduanya. Tetapi apa yang hendak dikata kepada Ibu dan Bapaknya masing-masing karena tidak ada bukti dan kenyataannya maka anak Raja Mataram tidak diterima lamarannya oleh Raja Minangkabau pagaruyung.

Singkat cerita Puti Bensu akan dijodohkan dengan salah satu Hulubalang Rajo Minang sedangkan Puti Bensu tidak diberi tahu perjodohan itu dengan siapa dan mana orangnya. Rajo Minang pun mulai mengumpukan Nenek Mamak, alim ulama di Kerajaan Minangkabau Pagaruyung untuk bermusyawarah mencari jodoh Puti Bensu. Orang-orang pun setiap hari bertambah ramai datang ke rumah Raja Minang sehingga Puti merasa heran mengapa orang-orang ramai mendatangi rumahnya. Maka Puti menanyakan kepada Mak Ciknya, lalu Mak Ciknya memberitahu kedatangan orang-orang tersebut. Puti sudah dijodohkan dengan hulubalang oleh bapaknya sendiri dengan ketentuan 7 hari 7 malam baralek 7 ekor kerbau yang akan disembelih.

Tatkala didengar oleh Puti Bensu hasil musyawarah itu, maka Puti Bensu merasa seakan-akan copot jantungnya dan hilang nyawa di badan. Akhirnya Puti Bensu pun bermunajat kepada Yang Maha Kuasa dan berpesan kepada angin yang lalu agar Norman Malik anak Raja Mataram datang ke Minang. Puti Bensu berpesan melalui angin :” Wahai abangku bernama Norman Malik anak Raja Mataram datanglah segera ke Minangkabau Pagaruyung. Ke rumah yang bergonjong tinggi, sebelum tanah nan dikalih ditimbunkan......”.

Pada waktu itu Norman Malik sedang duduk di istana dan seketika datanglah angin yang membawa berita dari Puti Bensu Minangkabau Pagaruyung yang membuat Norman jatuh pingsan tak sadarkan diri sehingga membuat gempar seisi istana. Banyaklah dukun/tabib dan ahli jampi berusaha mengobatinya namun belum ada perubahannya. Maka datanglah adik kandung Norman Malik yang bernama Ratu Dewi memerintah pelayan-pelayan mengambilkan limau tipis tiga buah yang condong ke matahari terbit. Satu di puncak taga yang condong ke matahari terbenam berjumlah tujuh, juga lidi kelapa hijau yang berjumlah tujuh.

Sambil menunggu pelayan mengambil buah limau, Norman Malik diangkat dibawa ke dalam kamar kemudian masuklah Ratu Dewi ke dalam kamar lalu memasang obatnya. Selang beberapa lama kemudian Norman Malik sadar dan ia berkata “Wahai adikku Puti Bensu...”3x, lalu Ratu Dewi berkata “...Wahai abangku Norman, apa hubunganmu dengan Puti Bensu anak raja Minang itu...?”. lalu Norman berkata lagi “...wahai adikku Ratu Dewi, sebenarnya kami sudah lama berpacaran dalam mimpi. Empat kali atau lima kali sebulan tiap-tiap malam senin. Sudah setahun enam bulan berpacaran ruh sama ruh inilah menyulitkan untuk dibicarakan kepada orang tua masing-masing. Sekarang Puti Bensu berkata agar saya segera datang sebelum tanah nan dikalih ditimbunkan, kalau dia sudah sudah mendahulu, maka saya akan menurut jejaknya pula...”.

Ratu Dewi berkata “...wahai abangku, jangan diucapkan dua kali, kita Cuma berdua kakak beradik. Bumi hancur dunia karam dunia adikmu ini, marilah saya bantu abang sebelum waktu subuh abang berangkat menuju kerajaan Minangkabau Pagaruyung. Bawalah nan waris pesako kito yaitu jung kecik, jung temago, luan mas kemudi pirak nan berlayar kain suto belang kendelus. Kalaulah sampai di Minang berjumpa dengan yang dimaksud berilah kodenya kepadaku, aku berusaha menggelapkan matahari. Abang jangan sampai lengah dan lalai, gunakan masa yang terbaik itu.

Maka berangkatlah Norman ke pelabuhan dipanggil angin sebalang seri, angin merebahkan tanggul menegakkan batang membungkarkan tabun didalamnya laut. Sebelum siang Norman sudah tiba di pelabuhan Teluk Bayur Padang. Norman berjalan dari pelabuhan ke Pagaruyung seperti angin yang kencang. Tiga hari tiga malam sebelum baralek, pada pagi Jum’at kala itu Puti Bensu sedang menjemur kain disamping rumahnya, ia melihat Norman Malik anak Raja Mataram lewat di depan rumahnya. Sehingga tanpa pamit Puti langsung mengikuti anak Raja Mataram tersebut. Lalu Norman memberi kode kepada adiknya Ratu Dewi, lalu Ratu Dewi berusaha mengeluarkan kesaktiannya dengan menggelapkan matahari. Maka kemudian timbullah gelap gulita. Tapak tangan dimuka tidak kelihatan. Tiba-tiba hulubalang terpekik.

Orang-orang sebanyak itu tidak ada yang kelihatan. Maka disitulah Puti Bensu disebut juga dengan Puti Buto Hilang di Laman. Setelah tahu Puti hilang, maka hiruk pikuklah hulubalang Raja untuk mencari Puti Bensu yang hilang. Sebagian ke Barat, sebagian ke Timur, sebagian ke Utara dan sebagian ke Selatan. Mereka masing-masing membawa suatu alat yang bernama Kendi. Apabila berat air sungai dari air yang dibawa melalui Kendi tersebut maka kesitulah larinya Puti. Dalam perjalanan ke Timur puluhan batang air yang ditimbang masih berat juga air yang dibawa. Setelah tiba di Muaro Sungai Sarut, ternyata berat air yang dibawa dari sungai Sarut tersebut. Maka disusurilah sungai Sarut tersebut sampai ke hulunya.

Habis hari berganti minggu, habis minggu berganti bulan untuk mencari Puti akhirnya rombongan itu tibalah di Tanah Tumbuh. Pikiran pergi elang beranak mudo, belum membao belum balik. Besoknya meneruskan perjalanan, nampaklah antaiyan kain magai di pinggir air yang sekarang bernama Batang Semagi. Meneruskan perjalanan haripun sudah tinggi, maka bersama-sama mandi berkecimpung di sungai teluk yang sekarang menjadi dusun Teluk Kecimbung. Sesudah mandi meneruskan perjalanan, haripun sudah tinggi badanpun sudah lelah. Maka istirahatlah pada suatu tempat, sebagian memasak, sebagian membuat pelanta panjang (tempat beristirahat) yang sekarang menjadi dusun panjang. Sesudah istirahat maka rombongan meneruskan perjalanan tidak berapa jauh dari pelanta panjang nampaklah sungai itu dangkal. Maka melayanglah (menyeberang sungai) mereka, sehingga tempat itu sekarang menjadi dusun pelayang.

Setelah melayang semua meneruskan perjalanan terdengarlah rintihan orang, maka meninjaulah (mencari/menyelidiki) di situ selama 2 hari 2 malam. Dan tempat itu sekarang bernama Dusun Peninjau. Tidak ada satu manusia pun yang nampak (kelihatan). Maka besoknya rombongan meneruskan perjalanan kembali hingga sampai di suatu desa kecil yang bernama Dusun Renah. Maka ditanyalah kepada orang disana “...pak, numpang tanya apakah ada orang lewat disini satu laki-laki dan satu perempuan...?”. lalu orang itu menjawab “memang ada, baru sebentar ini dia lewat ke arah Barat (mudik). Mendengar berita itu rombongan pun bergegas meneruskan perjalanan lalu tiba di suatu tempat batu besar dan batu kecil yang sangat banyak di situ. Nampak daun gelembang berisi nasi satu dua biji di atasnya. Batu-batu itu pun masih basah bekas kakinya. Maka dengan itu rombongan meneruskan perjalanannya kembali dan sampai di pantai pasir yang luas. Sesampainya di situ maka berundinglah mereka. Karena sudah lelah lalu mengentailah mereka disitu selama 5 hari 5 malam karena tidak akan meneruskan perjalanan lagi.

Pada hari ke-4 nampaklah orang berakit batang pisang, setelah dilihat rupanya memang anak Raja Mataram dengan Puti hendak menuju dusun Renah. Maka dipanggillah keduanya ke tepi. Sesampainya mereka berdua ke tepi, rombongan dari Minang tersebut mengajak mereka berdua pulang ke Minang. Akan tetapi Puti menjawab kami tidak akan kembali ke Sumatera Barat kami akan menikah di dusun Renah. Setelah pernikahan selesai maka rombongan itu kembalilah ke Minang.

Semenjak Puti tinggal di dusun Renah, masyarakat dusun itu bertambah maju di bidang apapun juga. Anak Raja Mataram itu mengajak masyarakat bergotong royong membuat Jung untuk mencari nafkah hidup sehari-hari ke kota Jambi. Selesai membuat Jung maka masyarakat bergotong royong lagi merintih sungai sarut untuk membuat jalan menuju kota Jambi. Kehidupan masyarakat bertambah senang dusun pun bersih tidak ada halangan apapun juga.

Namun sayang semasa itu dusun Renah tersebut di alah oleh suatu musibah yaitu sebangsa rengit. Oleh karena itu masyarakat tidak sanggup lagi tinggal di dusun Renah, maka masyarakat mengambil tindakan untuk pindah meninggalkan dusun tersebut. Mereka pindah ke suatu tempat yaitu pindah ke Bukit Caeh. Tidak lama tinggal di situ kata orang-orang disini banyak Dewa. Padahal tempurung/timbang air setiap Jung tertelungkup di dalam Jung yang berisi air. Tiba-tiba datang ombak mengguncang Jung tersebut lalu tempurung itu berbunyi katanya Dewa.

Kala itu anak dari Puti Buto Hilang Di Laman ada tujuh orang. Dua orang tinggal di Pelayang yaitu satu laki-laki dan satu perempuan. Dengan janji apabila keturunan yang laki-laki menjadi raja maka gelarnya Rio dan apabila keturunan yang perempuan menjadi raja maka gelarnya Patih. Sedangkan anak dari Puti Buto Hilang Di laman yang lima orang pindah ke daerah Limbur (sekarang Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang) dan sekitarnya :

  1. Satu orang tinggal di dusun Lubuk Mengkuang
  2. Satu orang tinggal di dusun Pauh Agung
  3. Satu orang tinggal di dusun Tebo Pandak
  4. Satu orang tingal di dusun Limbur
  5. Satu orang tinggal di dusun Rantau Tipu

Kelimanya laki-laki, maka dengan itu Dusun Pelayang dengan Dusun Limbur dan sekitarnya bak kato adat :             Masih sedentung kepayang tinggi

                             Masih sekepal bak pucuk jalo

Batas wilayah bilangan tujuh adalah sebagai berikut :

Batas dengan Dusun Panjang ada parit nan tatuju

Dari Dusun Pelayang ke tanah Marasil di seberangnya Batang Semagi dan ado Muaro sungai Bulim

Batas dengan Koto Jayo, Rambah, tebing tinggi, Sungai Sarap, sampai ke hulunya di situ ada bukit Badengong

Batas dengan Rantau Pandan mudik lagi ado larek belang

Batas dengan orang Apung dengan orang Kerinci kebaruh lagi pematang candi alus beleh dengan wilayah Rantau Ikil, kebaruh lagi ada napal sempit

Batas dengan pulau Jelmu kebaruh lagi S. Petenun batas dengan orang Rantau Ikil

Bak kato adat : Pucuk li began li

                        Patah tua bilitung tumbuh

                        Bak napuh di ujung tanjung

 

 

Sumber : M. Jusa/Ka. LAM Kec. Pelayang

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
No. HP
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Wilayah Dusun

Aparatur Dusun

Layanan Mandiri


Silakan datang atau hubungi operator Dusun untuk mendapatkan kode PIN anda.

Masukan NIK dan PIN

Sinergi Program

Komentar Terkini

Info Media Sosial

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung